Power in united prayer

image

Dan 2

Situasi sedang memanas di Kerajaan Babel, sang raja Nebukadnezar baru mendapat mimpi yang membuatnya gelisah sehingga menderita insomnia. Petisi raja singkat dan jelas, namun hampir mustahil untuk dipenuhi: yaitu supaya semua orang pintar, ahli sihir dan ahli nujum memberitahukan kepada raja mimpinya dan juga artinya atau mereka akan menghadapi hukuman mati. Gemparlah seluruh Kerajaan Babel!! Satu demi persatu orang pintar, ahli sihir dan ahli nujum mulai ditangkap oleh Kapten Tentara.

Lalu muncullah seorang anak muda, tawanan dari Babel, Daniel, mempertanyakan kepada Kapten tentara Ariokh tentang perkara yang sedang terjadi. Setelah mengetahui duduk perkaranya, Daniel meminta petisi untuk bertemu dengan raja dan disetujui. Daniel berkumpul dengan tim komsel-nya, Hananiah, Misael dan Azarya untuk sama2 berdoa memohon belas kasihan Tuhan supay diberikan pengertian atas mimpi Raja Nebukadnezar.

Tibalah waktunya bagi Daniel untuk menghadap raja dan dengan pertolongan Tuhan, Daniel mampu memberitahukan kepada raja mimpi beserta intepretasinya. Menjadi takjub dan kagumlah raja Nebukadnezar kepada Daniel dan diberikanlah kepada raja pangkat dan hadiah yang berlimpah kepada Daniel.

Kualitas dari karakter Daniel dibentuk oleh masalah demi masalah dan kita bisa melihat bahwa Daniel tetap konsisten dalam mengandalkan Tuhan dan bukan kepada kemampuannya sendiri. Daniel juga mengerti tentang kekuatan tim dimana dia mempunyai tim inti yang mendukung dia ketika menghadapi tantangan yaitu tim Komselnya: Hananiah, Misael dan Azarya. Daniel tidak melupakan tim intinya dan meminta kepada raja untuk membawa mereka masuk ke dalam pemerintahan raja.

Menghadapi dunia sekarang ini yang penuh dengan tantangan apakah kita masih mengandalkan Tuhan untuk mengatasi masalah kita? Atau kita lebih mengandalkan kemampuan kita sendiri? Apakah kita mempunyai tim inti yang bisa sama2 menanggung permasalahan yg kita hadapi ataukah kita tipe one man show? Apakah kita loyal kepada tim yg kita bentuk ataukah kita mencari keuntungan hanya bagi diri kita sendiri? Marilah kita meniru karakter Daniel yaitu selalu mengandalkan Tuhan, bekerja dalam tim dan setia kawan yg membuat dia mampu menduduki posisi elit di 3 pemerintahan yg berbeda dan menggenapi rencana Allah dalam hidupnya.
Terpujilah Nama Tuhan kita Yesus Kristus, Amin!!

Advertisements

Bangkitlah Generasi Muda !!

image

Dan 1

Anak muda adalah masa depan sebuah bangsa, generasi penerus yg harus dibina dan diarahkan untuk meneruskan cita-cita dari apa yg sedang dikerjakan oleh generasi yg sekarang. Alkitab mencatat bahwa seringkali Tuhan mempercayakan misi2 yg spektakuler dan (kelihatannya) mustahil justru kepada anak2 muda misalnya: Maria dipercayakan untuk melahirkan Yesus, Yusuf untuk menjadi orang no 2 di Mesir, Daud untuk menjadi raja Israel & Yehuda yg ke 2 dan tentunya Daniel dan ke-3 rekannya untuk duduk di pemerintahan Babel.

Kenapa Tuhan melakukan hal itu? Saya percaya salah satu alasannya adalah anak muda itu biasanya adalah pribadi yg idealis, mereka bisa dibentuk dan punya kepercayaan diri yg tinggi bahwa segala cita2 dan impian bisa diraih bersama Tuhan. Saya berandai2 kalau misalnya waktu itu malaikat Tuhan menghampiri Elizabeth (istri dari imam Zakharia dan ibu dari Yohanes Pembaptis) untuk mengandung bayi Yesus, apa respon yg akan keluar dari mulut Elizabeth? Yg pasti Elizabeth, seperti kebanyakan orang berumur lainnya tidak akan menerima begitu saja penyataan Malaikat Tuhan dan akan sedikit banyak meragukannya.

Sebab itu tidaklah salah pesan Rasul Paulus dalam suratnya kepada Timotius untuk tidak menjadi rendah diri ketika dipecayakan kepemimpinan dalam usia muda namun bekerja segitu rupa dengab penuh tanggung jawab sesuai dengan Firman Tuhan dan tuntunan Roh Kudus. Anak muda sanggup untuk melakukan perkara yang besar asalkan siap untuk dididik, dituntun dan (terkadang) didisiplinkan oleh otoritas diatas mereka. Mantan Presiden Soekarno bahkan dengan gamblang berkata “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Gubernur DKI Pak Ahok berkata bahwa alasan dia maju independen (bukan dengan calon partai) karena dia tidak ingin mengecewakan generasi muda (Teman Ahok) yg telah berjuang untuk mengumpulkan KTP baginya.

Mari generasi muda Indonesia, bangkitlah dan menjadi terang! Jangan takut tampil berbeda dengan orang se-zamanmu bila itu sesuai dengan Firman Tuhan dan tuntunan Roh Kudus. Raih prestasi sebanyak2nya di masa mudamu dan jangan takut akan kegagalan demi kegagalan yang engkau akan alami karena itu adalah bagian dari kesuksesan.

Para bapa2 baik jasmani, rohani maupun di bidang profesional dan pelayanan, bimbing generasi di bawah kita untuk menjadi penerus kita yang sanggup melakukan lebih baik, lebih banyak, lebih efektif melewati apa yg telah kita capai. Berikan mereka kesempatan untuk bertumbuh bahkan setelah mereka mengalami kegagalan sekalipun dan kita akan melihat mereka menjadi anak panah – anak panah yg dahsyat di tangan pahlawan.
Terpujilah Nama Tuhan kita Yesus Kristus, Haleluya, Amin!

Dipulihkan seutuhnya, mau ???

image

Yeh 45-48

Tema dari GBI Jl. Gatot Subroto di tahun 2016 adalah tahun pemulihan seutuhnya – The Year of Total Deliverance. Ketika kita berbicara tentang pemulihan seutuhnya maka saya percaya bahwa hidup kita dipulihkan bukan hanya dari satu aspek saja, tapi seluruhnya yaitu kesehatan, keuangan, hubungan keluarga, jodoh (bagi yg jomblo), karir, rohani, dlsb.

Kenapa kita butuh pemulihan? Karena dunia yg kita tinggali saat ini adalah dunia yg tidak ideal, dunia yg sudah jatuh ke dalam kutuk dosa sehingga mengakibatkan permasalahan yg terjadi saat ini: kejahatan, pembunuhan, perceraian, sakit penyakit, aborsi, keguguran, kemiskinan dlsb. Sebab itu untuk mengalami pemulihan seutuhnya

Cara yg paling efektif adalah dengan mengembalikan ke kondisi yang semula, keadaan dimana manusia tanpa dosa, keadaan dimana manusia berada dalam kekudusan yg sepenuhnya, sinless environment (keadaan nir-dosa). Ini adalah apa yg di-ilustrasikan di dalam Yeh 47 bagian A dimana dikatakan bahwa air dari bait suci itu mengalir keluar ke seluruh kota dan menumbuhkan aliran air hidup kemanapun aliran itu mengalir.
Seberapa banyak seorang individu atau kota bahkan negara dapat dipulihkan seutuhnya tergantung dari seberapa banyak air itu mengalir dalam hidupnya. Air itu melambangkan Firman Tuhan dan manifestasi kuasa Roh Kudus yg menyertainya. Seberapa banyak Firman Tuhan dan Roh Kudus mengambil alih hidup kita menentukan seberapa banyak hidup kita dipulihkan kembali ke posisi kita yg selayaknya yaitu posisi kita seperti Adam dan Hawa sebelum mereka jatuh ke dalam dosa ketika di Taman Eden dulu.

Sebab itu baiklah kita melatih diri kita hari lepas hari menjadi manunggal dengan Kristus dan firmanNya dengan tuntunan daripada Roh Kudus sehingga kita akan melihat hidup kita hari lepas hari dipulihkan dalam berbagai aspek dan makin menyerupai Kristus.
Terpujilah nama Tuhan kita Yesus Kristus. Haleluya, Amin!!

Will the real leader please stand up??

image

Yeh 33-34

Setiap dari kita sebagai anak2 Tuhan, mempunyai destiny untuk menjadi pemimpin, menjadi kepala, bukan hanya menjadi pengikut. Tuhan juga menghendaki kita menjadi pemimpin yang benar bagi pengikut kita, sama seperti bagaimana Tuhan memimpin umatNya, yaitu sebagai Gembala bagi Domba2Nya.

Betapa banyak kita melihat sekarang pemimpin yg bertindak bukan sebagai gembala namun sebagai tukang jagal, mereka memimpin dengan manipulasi dan kesewenang2an bukan untuk menciptakan satu lingkungan win-win situation tapi mereka mencoba memanfaatkan pengikutnya semata2 untuk tujuan pribadi tanpa memikirkan kesejahteraan orang yang dipimpinnya. Pemimpin jenis ini dapat dijumpai bukan hanya di perusahaan komersil yang berlandaskan profit material namun juga di pemerintahan bahkan di organisasi nirlaba dan juga organisasi2 rohani seperti gereja, masjid dan rumah ibadah lainnya tanpa terkecuali.

Mari kita tidak bertindak sebagai hakim namun ketika merenungkan firman ini, mari kita melihatnya sebagai cermin dalam kehidupan kita sendiri. Apakah ketika kita diangkat sebagai pemimpin kita sudah menjadi gembala bagi domba2 yang kita pimpin? Apakah setiap tindakan yang kita lakukan didasari lebih banyak untuk kepentingan kita pribadi atau demi kelompok yang kita pimpin? Ketika kita mendisiplinkan pengikut kita, apakah itu dilakukan demi supaya orang tunduk kepada kita atau dengan tujuan membentuk pribadi yang lebih baik dari pengikut kita?

Saya percaya tidak ada pemimpin yang sempurna, sebagaimanapun hebatnya orang itu, kecuali Tuhan Yesus. Sebab itu marilah hari lepas hari kita semakin meneladani kepemimpinanNya yang adalah sang Gembala Agung yg bahkan rela mati demi keselamatan domba2Nya. Terpujilah nama Tuhan kita Yesus Kristus. Haleluya, Amin!