Communicators

image

Zech 2:3-13

Many people despise Hitler because of his cruelty against Jewish people (including me) which is intolerable by any standard. Despite being a controversial figure, we can’t overlook his tremendous leadership ability which enable him to lead all of Germany as one nation driven to achieve one specific purpose which is to rule to world and in the process annihilating the race that Hitler hate the most, Jewish people. Hitler was also known as a great communicator, he used many sound effect and motion graphics in his speech to connect to his people. He understood that his vision need to be communicated and felt by his people so that they can move together toward the vision.

In Zechariah 2:3-13 through a vision, Zechariah tries to encourage the people concerning their future. God plans to gather them again and expand their population.
God promises to bless His people in the following areas:
1. More people (v. 4)
2. More livestock (v. 4)
3  Divine protection (v. 5)
4. Deliverance from enemies (v. 9)
5. Conversions of other ethnic groups (v. 11)
6. The return of favor of God in His people (v. 12)
Leaders know that encouragement is the oxygen of the soul.
Notice that Zechariah’s encouragement was:
1. Specific
2. Personal
3. Public
4. Detailed
5. Hopeful
6. Sincere
7. Centered around results only God could pull off.
Leaders who encourage always draw more from their people than those who don’t.

If we want to achieve God’s purpose in our life, we need to learn to become a great communicator to be able to encourage others to achieve God’s vision in their lives. If a self-centered leader with a great communication ability such as Hitler could achieve so much, imagine what a God annointed leaders could achieve (much more) with God!! Encourage others and let the Kingdom of God expanded through our and their lives.

Blessed be the name of the Lord Jesus Christ

Prioritas

image

Sangat mudah bagi para pemimpin untuk fokus pada hal-hal yang mendesak daripada yang penting. Inilah yang terjadi ketika bangsa Ibrani di bawah pemerintahan Koresh Raja Persia kembali ke Israel untuk membangun kembali Bait Allah di Yerusalem. Setelah mereka tiba, mereka mulai meletakkan dasar untuk tempat kudus dan memulai pekerjaan walaupun mereka banyak dihalangi oleh musuh di sekeliling mereka. Perlahan-lahan, proyek pembangunan terhenti. Namun, oposisi hanya menyumbang bagian dari masalah. Musuh dari dalam yang disebut “ketidakpedulian” ternyata adalah ancaman yg lebih berat.

Sebagian besar dari mereka menjadi apatis, mereka tidak lagi perduli akan proyek pembangunan Bait Allah yg merupakan alasan utama mereka kembali ke Yerusalem. Banyak yang akhirnya mulai membangun rumah dan bisnis mereka sendiri dan mulai melupakan visi ilahi dari Tuhan untuk kehadiran mereka di Sion.

Kepemimpinan berarti Anda kehilangan hak Anda untuk menjadi egois. Butuh pemimpin seperti Hagai untuk memanggil mereka kembali ke tujuan mereka. Hagai 1: 3-9 menguraikan apa yang terjadi ketika mereka meninggalkan prioritas tertinggi mereka:
1. Mereka gagal untuk memperhatikan tindakan mereka yg bertentangan dengan iman mereka
2. Mereka bekerja keras tapi melihat hanya sedikit hasil
3. Mereka menghabiskan banyak tapi menerima sedikit kepuasan
4. Mereka merasa tidak puas dengan tingkat produksi mereka.
Ketika para pemimpin dan pengikutnya gagal untuk mempertahankan prioritas yang tepat, kekecewaan selalu jadi akibatnya. Ingat Prinsip 80/20: Dengan prioritas yang tepat, 20% dari usaha Anda akan menghasilkan 80% dari hasil yang diinginkan. Namun dengan prioritas yang salah, 80% dari usaha Anda hanya akan menghasilkan 20% dari hasil yang Anda inginkan. Periksa kalender Anda dan belajar untuk memprioritaskan hal yg penting, bukan mendesak. Jangan hanya bekerja keras, tapi juga bekerja pintar!

Terpujilah nama Tuhan kita Yesus Kristus.

Priorities

image

Haggai 1:3-9

It is easy for leaders to focus on things that are urgent rather than those that are important. This is what happened when the returning Hebrew under the Persian reign of Cyrus returned to Israel in order to rebuild the Jerusalem temple. Upon their arrival, they laid the foundation for the sanctuary and the work began but soon hostile neighbors tried to stop the work. Slowly, the building project ground to a halt. However, opposition accounted for only part of the problem. An inward enemy called “indifference” posed the major threat.

Most of the workers become apathetic, even though the rebuilding project supplied the very reason for their return to Jerusalem. Before long, many began constructing their own homes and businesses and all but lost the divine vision for their presence in Zion.

Leadership means you lose your right to be selfish. It took a leader like Haggai to call them back to their purpose. Haggai 1:3-9 outlines what happened when they abandoned their highest priority:
1. They failed to consider how their actions contradicted their faith
2. They worked hard but saw few results
3. They spent much but received little in return
4. They felt dissatisfied in their production.

When leaders and people fail to maintain proper priorities, disappointment always results. Remember the 80/20 Principle: With the right priorities, 20% of your effort will get you 80% of the desired results. But with the wrong priorities, 80% of your effort will get you 20% of your desired results. Check your calendars and learn to prioritize the important, not the immediate. It is not about working harder, but smarter!

Blessed be the name of the Lord Jesus Christ.

Navigators

image

Zeph 3:8-20

Real Madrid will soon play Atletico Madrid on 29th May 2016 for 2015-16 European Champions League Final. This is an interesting match because it also serves as a rematch between the two sides in the same event two years ago whereby Real Madrid won and get their ‘La Decima’, a very remarkable event in the club history. What makes it more appealing to watch is this time Real Madrid is led by a new coach, Zinedine Zidane who is an outstanding figure in the world of football, winning many awards for the club he was playing in and also many individuals honours for himself. It is hard to forget how astoundingly Zidane led France, an underdog in 1998 World Cup to beat Brazil 3-1 during the Final and won the World Cup. He continued on to lead France to win 2000 Euro Cup beating Italia by 2-1. His captaincy in the club level was also undoubtedly superb, winning many league title in all club he was played in: Bordeaux, Juventus and Real Madrid. However, Zidane is yet to prove his coaching skill, by beating Atletico Madrid and win the 11th Champions League title for Real Madrid. If he managed to do it then he is going to be what Barney Stinson always quote in ‘How I Met Your Mother’ sitcom: “Legendary!”

Zephaniah pointed to us that it is not enough for leaders to confront on the issues and addressing the problems at hand. Leaders are also required to provide solution and navigate his followers through. In Zeph 3:8-20, he as also other Old Testament prophets closed his writings with words of hope. Zephaniah even offers a plan for repentance and invites the people to walk in it. He navigates the path for the rebellious nation back to God.

There are many commentators, complainers and also critics in the world today. They are great at finding the problems but do little if any in giving out the solution. It is fun to be them but unfortunately you don’t get paid much being one. The world needs more leaders to provide solution and navigate others through. In fact, providing solutions to current problems is the fastest way to gain influence and credibilty as a leader. Joseph did it and become prime minister in Egypt, Daniel did it and become top officials for 3 different kings, Bill Gates did it with Microsoft and become the richest man in the world, Jesus did it and become the Savior of The World! Stop complaining and start becoming part of the solution!

To God be all the glory and honors!

Transformed from the Inside Out – Indonesian Version

image

Zef 2: 1-3

Baru-baru ini kita sering mendengar banyak berita tentang skandal artis di Indonesia: artis perempuan yang terlibat dalam prostitusi kelas tinggi; artis terkenal tertangkap mengkonsumsi narkoba; perceraian dan perselingkuhan telah menjadi norma umum di antara kelompok selebriti. Hal serupa juga kita jumpai dalam politik, banyak politisi telah dihukum karena korupsi KPK. politik uang telah menyebar dengan cepat di antara pejabat Indonesia bahwa ungkapan ‘Cash is King’ telah menjadi ‘Golden Law’ tidak resmi di Indonesia. Bangsa ini membutuhkan ‘wake-up call’ yang mendesak jika kita ingin tumbuh dan menjadi negara yang dihormati dan layak untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain!

Zefanya adalah seorang nabi yang siap untuk keluar dari zona nyaman untuk mendapatkan hasil. Beberapa ahli sejarag telah menyatakan bahwa Zefanya memiliki darah bangsawan dalm dirinya sehingga memberinya akses langsung kepada raja. Dengan demikian, ia bisa menikmati posisi yang cukup nyaman dan hidup cukup baik tanpa berbuat apa2. Tapi Zefanya menolak untuk tinggak diam. Dia tidak membiarkan kekuasaan dan posisi melemahkan keyakinannya. Sebaliknya, ia memanfaatkan pengaruhnya dengan Raja Yosia untuk membuat reformasi sipil dan rohani yg dibutuhkan. Zefanya mengerti apa yang diperlukan untuk mengubah bangsa Yehuda. Zefanya tahu bahkan dengan reformasi eksternal dalam ibadah yg dimulai raja Yosia, lebih banyak perubahan yang diperlukan oleh Yehuda. Dia tahu perubahan dimulai dengan hati, transformasi yang terjadi dari dalam ke luar.

Itu sebabnya saya menghormati Gubernur Jakarta saat ini, Bapak Basuki Tjahaja Purnama yang memprakarsai reformasi di birokrasi Pemprov DKI Jakarta. Dia tahu bahwa perubahan perlu dilakukan dari dalam ke luar dan itulah mengapa setelah melanjutkan pemerintahan dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Presiden Joko Widodo Pak Basuki menghabiskan beberapa tahun pertama pemerintahannya untuk mengubah pola pikir dan budaya dari PNS Pemprov DKI sebelum membuat perubahan besar diperlukan untuk mengubah kota Jakarta. Meskipun ini masih proses yang berkelanjutan, warga Jakarta (termasuk saya) bisa merasakan perubahan (positif) yang terjadi di PemProv DKI yang pada akhirnya akan mengubah Jakarta ke menjadi kota dan provinsi yang lebih baik dan dapat menjadi model untuk provinsi lainnya di Indonesia.

Mari kita tidak menjadi nyaman dengan diri kita sendiri dan selalu siap untuk dikoreksi ketika diperlukan. Berubah dari dalam ke luar untuk menjadi orang yang lebih baik. Ketika kita berubah menjadi individu untuk lebih baik -> keluarga -> komunitas -> kota -> negara -> dunia berubah menjadi lebih baik.

Terpujilah nama Tuhan kita Yesus Kristus!

Transformed From The Inside Out

image

Zeph 2:1-3

Recently we have heard many news about celebrity scandals in Indonesia: female celebrities involved in high class prostitution; other well-known celebrities got caught consuming drugs, divorce and adultery has become a common norm among this group of people. In politics, it isn’t better too, many politicians has been convicted for corruption by Anti Corruption Commitee (KPK). Money politic has spread rapidly among Indonesian official that the phrase ‘Cash is King’ has become the unofficial Golden Law in Indonesia. This nation needs a wake-up call urgently if we want to grow and become well-respected country and qualify to become a blessing to other nations!

Zephaniah is a prophet who was ready to step put of his comfort zone to get results. Some scholars have stated that Zephaniah had royal blood coursed through his veins giving him direct access to the king. As such, he could have enjoyed his favored position and live well enough alone. But Zephaniah refused to stand still. He wouldn’t allow his power and position to water down his convictions. Instead, he leveraged his influence with King Josiah to create needed civil and religious reforms. The prophet intuitively knows what needs to happen to change the people of Judah. Even with the external reforms in worship the king Josiah initiated, Zephaniah knew more changes were required. He knew change begins with the heart. Transformation happens from the inside out.

That’s why I love our current Governor of Jakarta, Mr. Basuki Tjahaja Purnama who initiated reform in the bureaucratic Government of Jakarta Province. He know that changes need to be done inside out and that’s why he spend years after continuing from former Governor of Jakarta, President Joko Widodo to first transform the mindset and culture of the Civil Servant of Jakarta Government before making the vast changes required to transform the capital. Although this is still an ongoing process, the citizen of Jakarta (including me) can feel the (positive) change that is happening in the Government of Jakarta Province which in turn change Jakarta to becom a better city and province to become a model for other provinces in Indonesia.

Let’s not get complacent with ourselves and always be ready for correction when it comes. Change from inside out to become a better person. When we as individual change for the better -> our family -> our community -> our city -> our country -> the world change for the better.

Blessed be the name of the Lord Jesus Christ!

Fokus kepada panggilanmu!

image

Mikha 7:3-4

Daud adalah salah satu raja yang paling terkenal di Israel. Pada zaman Daudlah Kerajaan Israel bersatu yg terdiri dari 10 suku Israel Utara dengan 2 suku Israel Selatan – Yehuda dan Benyamin. Daud berhasil memimpin Israel menundukkan banyak negara sekitarnya dan membuat negara-negara kecil lainnya membayar upeti ke kerajaan Israel. Dia menulis banyak lmazmur dan merupakan salah satu pemimpin pujian & penyembahan terbesar dalam Alkitab. Kisah Para Rasul 13:36a bahkan mencatat bahwa Daud adalah pribadi yang melakukan kehendak Allah pada zamannya, seorang yang berkenan di hati Allah. Namun terlepas dari semua itu, Daud gagal total ketika ia kehilangan panggilannya yaitu ketika dia berada di puncak kesuksesannya dimana ia ditundukkan oleh nafsunya sendiri! Daud merebut Batsyeba dari suaminya Uria, yang ironisnya adalah salah satu dari pasukan elit Daud yang setia!

Kesalahan ini tidak hanya terjadi pada Daud; ketika para pemimpin kehilangan tujuan mereka, mereka cenderung mementingkan diri sendiri dan punya motivasi yang salah. Mereka menjadi batu sandungan untuk orang lain karena pengaruh mereka dan status mereka dalam komunitas mereka.

Mikha 7: 3-4 berbicara tentang situasi serupa, pemimpin yang mementingkan diri sendiri dan mencari keinginan mereka sendiri bukannya mengabdi demi kepentingan rakyat yg mereka pimpin. Para pemimpin ini telah menjadi duri di mata Allah dan menyebabkan hukuman Allah jatuh atas Israel. Ketika para pemimpin gagal melaksanakan tanggung jawab, para pengikut juga turut menderita.

Jangan pernah kehilangan panggilan Anda sebagai pemimpin atau jangan memimpin sama sekali. Bila Anda sebagai seorang pemimpin kehilangan panggilan, anda akan mudah terpengaruh oleh keinginan pribadi anda yang egois sampai anda kembali menemukan panggilan anda. Solusi untuk hal ini ditulis oleh Paulus dalam suratnya di Flp 3:13-14 – “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Jangan terfokus pada kejayaan masa lalu melainkan selalu fokus pada panggilan dari Allah!

Is ‘Happily Ever After’ For Real? – Indonesian Version

image

Nahum 3: 18-19

Kita telah mendengar banyak cerita dongeng berakhir dengan “dan mereka hidup bahagia selamanya” terutama dalam cerita dongeng seperti Putih Salju dan Cinderella. Sayangnya, kehidupan nyata bukan dongeng. Tidak ada ‘dan mereka hidup bahagia selamanya’ baik dalam keluarga, bisnis, bahkan dalam lingkup yang lebih besar seperti pemerintahan dan politik. Perlu ada perbaikan secara terus menerus serta terus melakukan koreksi/perubahan yang diperlukan untuk mempersiapkan generasi masa depan mengambil tongkat estafet kepemimpinan bahkan hanya untuk mencapai ‘status quo’ dari generasi sebelumnya. Para pemimpin yang gagal untuk merencanakan, berencana untuk gagal. Kita dapat melihat banyak situasi, bahkan di negara paling maju yang menghadapi penerunan terus menerus seperti kerajaan kuno Babel (sekarang Irak), kerajaan kuno Persia dan Media (sekarang Iran), kerajaan kuno Yunani, kerajaan kuno Mesir dimana jejak kejayaan masa lalu mereka hampir tidak terlihat sekarang.

Dalam Nahum 3: 18-19, kita belajar mengapa bangsa seperti Niniwe gagal di hadapan Allah. Mantan raja Asyur yang bertobat pada zaman nabi Yunus gagal untuk mereproduksi pemimpin lain yang bisa menggembalakan umatnya dan melestarikan standar moral yang telah ditetapkan oleh dia setelah mereka mengalami pertobatan massal (pada zaman nabi Yunus). Akibatnya adalah rakyatnya tercerai-berai seperti domba tanpa gembala.

Kemampuan kita untuk mempengaruhi dibatasi oleh kemampuan kita untuk memimpin dan menciptakan pemimpin lainnya. Kita dapat melayani hanya sejumlah orang dalam sejumlah waktu yang terbatas. Oleh karena itu pemimpin besar tidak menghabiskan tetapi menginvestasikan waktu mereka dengan pemimpin lainnya. Kita bisa melihat hal ini selama pelayanan Yesus di bumi. Yesus tidak datang ke bumi dan hanya melakukan KKR Mujizat di kota demi kota. Dia tidak hanya pergi mengelilingi tanah Yudea untuk memberikan khotbah demi khotbah. Yesus fokus pada pengembangan pemimpin. Kisah Para Rasul mencatat ada 120 pemimpin yang dipersiapkan Yesus (untuk melanjutkan pelayanannya di bumi) yang menunggu pencurahan Roh Kudus. Di antara 120 pemimpin ini, ada 12 rasul yang menyebarkan Injil ke ujung bumi dan memutarbalikan dunia dengan Injil Kerajaan Allah. Yesus menghabiskan 3 tahun dalam pelayanan-Nya dan efek dari pelayanan-Nya masih terasa sampai sekarang, 2000 tahun setelah Ia meninggal. Itulah mengapa Yesus dijuluki Raja Segala Raja, Allah Yang Perkasa.

Mari terus memperbaiki kemampuan kepemimpinan kita terus menerus dan membangun pemimpin lainnya untuk meneruskan warisan kita di bumi. Setelah kita meninggal, yang terpenting bukanlah seberapa banyak harta atau kesuksesan yang kita raih, tapi apakah kita meninggalkan warisan terutama warisan yg membawa kemuliaan bagi Kerajaan Sorga. Belajar memimpin seperti Yesus memimpin!

Segala kemuliaan hanya bagi Raja Segala Raja, Tuhan Yesus Kristus!