Is ‘Happily Ever After’ For Real? – Indonesian Version

image

Nahum 3: 18-19

Kita telah mendengar banyak cerita dongeng berakhir dengan “dan mereka hidup bahagia selamanya” terutama dalam cerita dongeng seperti Putih Salju dan Cinderella. Sayangnya, kehidupan nyata bukan dongeng. Tidak ada ‘dan mereka hidup bahagia selamanya’ baik dalam keluarga, bisnis, bahkan dalam lingkup yang lebih besar seperti pemerintahan dan politik. Perlu ada perbaikan secara terus menerus serta terus melakukan koreksi/perubahan yang diperlukan untuk mempersiapkan generasi masa depan mengambil tongkat estafet kepemimpinan bahkan hanya untuk mencapai ‘status quo’ dari generasi sebelumnya. Para pemimpin yang gagal untuk merencanakan, berencana untuk gagal. Kita dapat melihat banyak situasi, bahkan di negara paling maju yang menghadapi penerunan terus menerus seperti kerajaan kuno Babel (sekarang Irak), kerajaan kuno Persia dan Media (sekarang Iran), kerajaan kuno Yunani, kerajaan kuno Mesir dimana jejak kejayaan masa lalu mereka hampir tidak terlihat sekarang.

Dalam Nahum 3: 18-19, kita belajar mengapa bangsa seperti Niniwe gagal di hadapan Allah. Mantan raja Asyur yang bertobat pada zaman nabi Yunus gagal untuk mereproduksi pemimpin lain yang bisa menggembalakan umatnya dan melestarikan standar moral yang telah ditetapkan oleh dia setelah mereka mengalami pertobatan massal (pada zaman nabi Yunus). Akibatnya adalah rakyatnya tercerai-berai seperti domba tanpa gembala.

Kemampuan kita untuk mempengaruhi dibatasi oleh kemampuan kita untuk memimpin dan menciptakan pemimpin lainnya. Kita dapat melayani hanya sejumlah orang dalam sejumlah waktu yang terbatas. Oleh karena itu pemimpin besar tidak menghabiskan tetapi menginvestasikan waktu mereka dengan pemimpin lainnya. Kita bisa melihat hal ini selama pelayanan Yesus di bumi. Yesus tidak datang ke bumi dan hanya melakukan KKR Mujizat di kota demi kota. Dia tidak hanya pergi mengelilingi tanah Yudea untuk memberikan khotbah demi khotbah. Yesus fokus pada pengembangan pemimpin. Kisah Para Rasul mencatat ada 120 pemimpin yang dipersiapkan Yesus (untuk melanjutkan pelayanannya di bumi) yang menunggu pencurahan Roh Kudus. Di antara 120 pemimpin ini, ada 12 rasul yang menyebarkan Injil ke ujung bumi dan memutarbalikan dunia dengan Injil Kerajaan Allah. Yesus menghabiskan 3 tahun dalam pelayanan-Nya dan efek dari pelayanan-Nya masih terasa sampai sekarang, 2000 tahun setelah Ia meninggal. Itulah mengapa Yesus dijuluki Raja Segala Raja, Allah Yang Perkasa.

Mari terus memperbaiki kemampuan kepemimpinan kita terus menerus dan membangun pemimpin lainnya untuk meneruskan warisan kita di bumi. Setelah kita meninggal, yang terpenting bukanlah seberapa banyak harta atau kesuksesan yang kita raih, tapi apakah kita meninggalkan warisan terutama warisan yg membawa kemuliaan bagi Kerajaan Sorga. Belajar memimpin seperti Yesus memimpin!

Segala kemuliaan hanya bagi Raja Segala Raja, Tuhan Yesus Kristus!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s