Habis Gelap Terbitlah Terang – Out of Darkness Comes Light


Amos 9:11-15

Indonesian celebrates 21th of April as Kartini Day to remind women that they should participate in the hegemonic state discourse of development, so that women don’t just perform their duties as a housewife alone but also as a largert part of the societies as a whole. Kartini herself is a prominent Indonesian heronie from Java, mainly advocating for education for girls and women’s rights for Indonesian, which at her time female still regarded as second class gender compared to male.

After Kartini died, Mr J. H. Abendanon, the Minister for Culture, Religion and Industry in the East Indies, collected and published the letters that Kartini had sent to her friends in Europe. The book was titled Door Duisternis tot Licht (Out of Dark Comes Light) and was published in 1911. In her letters, Kartini wrote about her views of the social conditions prevailing at that time, particularly the condition of native Indonesian women. The majority of her letters protest the tendency of Javanese Culture to impose obstacles for the development of women. She wanted women to have the freedom to learn and study.

Most of her desires for Indonesian women come true in this days and age where we witness more and more girls in Indonesia having equal opportunity to education compared to boys. We can also see women taking more parts in the workforce, helping in building better Indonesia. Though in some rural areas these things are not so visible compared to urban areas but it is clear that Indonesia as a whole is moving towards Kartini’s dreams and visions.

In the book of Amos, we can almost see doom and gloom, judgment after judgment being passed on the Israelites. Period of darkness was coming to Israel and these prophecy would come with no delay. Luckily Amos didn’t conclude in chapter 9:10 because the last five verses are the key to the whe book of Amos. God promised that His purpose was not annihilation but restoration. God promised that: leadership will be restored, broken places would be repaired, lost land would be replaced, hope for prosperity would be renewed. The book of Amos finishes with a hopeful vision of the future, out of darkness into the light.

We can be in a position of darkness right now, doom and gloom are above our head but regardless of our current situation, we can always hope in God for a better future ahead of us. The goal of God is always restoration, not annihilation because if that’s not the case then Jesus wouldn’t came to Earth 2000 years ago as our Lord and Saviour. If God is an angry and sensitive God then He would just banished Adam and Eve from the Garden of Eden, the end of story. Luckily, God is a full of love and long-suffering God. He send His Son Jesus Christ to die on the cross so that none should perish but have eternal life. He will restore us from our sickness, lack of wealth, family problem and also gives us breakthrough in our career, business, education even marriage if we believe in Him and depended our life on Him. Jesus came so that we might have life, and have it in abundance.

┬áJeremiah 29:11 – For I know the thoughts that I think toward you, saith the Lord , thoughts of peace, and not of evil, to give you an expected end.

Blessed be the name of our Lord Jesus Christ, Halelujah, Amen!!


Pray Until Something Happen


Amos 7:1-6

King David was at the peak of his career successfully uniting Northern Tribe of Israel with Judah and Benjamin. David has proven himself to be a great leader, conquering many surrounding nations and making other nations tributary to his kingdom. The king also managed to ease internal coup repeatedly which almost toppled him from his leadership position. Satan then saw a loophole and took this opportunity.

Satan arouse the desire in the mighty king to order a census of his people, something that is considered sin in the Torah. Despite objection from his general Joab, David continued with his order and so the census began. The Lord was angered by David action and David realised this as his heart condemned him after he numbered the people. The Lord then asked David to choose between three curses and David chose to fall in the hand of the Lord. While the judgment was passed, David continued to pray for his people, admitting his guilt and foolishness to God and the Lord finally offered David His solution; David was to built an altar to the Lord on the thresing floor of Araunah the Jebusite. David did so, and the plague was stopped.

How many times do we underestimate the power of prayers, even those who minister in the house of the Lord. Prayer has become an event or program for us that we have truly lost the essence of prayer. Prayer is simply communicating with God, putting our trust in Him on things that are beyond our control. Great leaders are great prayer. They realise they are very limited thus they invest their times in to connect to the unlimited being, which is God and put on all their burden before Him.

Amos obviously realised the power of prayer and he practised it in Amos 7:1-6 when he knew that judgment will soon be passed on Israel people for their sin. Amos also understand that real action still need to be taken, God don’t just answer prayers with magic wand, most of the time God do it through people’s action. Amos prayer was finally answered by God in the last chapter of Amos with the hopeful vision of Israel future.

What about us? Do we realise the power of prayer? Do we still connect with God in our daily ‘quiet time’ or do we think of it as a boring routine? When the goings the tough do we still hope in His deliverance or do we only depend on our own strength? Nevertheless real action still need to be taken, but it sure feel different when action is combined with prayer!!

Pray as though everything depended on God. Work as though everything depended on you -St. Augustine-

Glory be unto the Lord Jesus Christ who deserve all the honour and worship!

One way, Jesus


Dan 3

Setiap pemimpin atau setiap era kepemimpinan mempunyai sebuah monumen atau ikon yg dibangun untuk menjadi kebanggaan bagi generasi berikutnya. Mesir mempunyai Piramida, China mempunyai Tembok Besar China, Kerajaan di Kamboja mempunyai Angkor Vat dan Angkor Tom, Kerajaan di Nusantara kita meninggalkan Candi Borobudur dan Prambanan bahkan Presiden Sukarno meninggalkan Monumen Nasional yg kita kenal dengan Monas. Namun Nebukadnezar, sang Raja Babel bukan hanya membangun ikon Patung Emas namun juga menghendaki setiap rakyat di bawah kepemimpinannya untuk menyembah Patung tersebut, yg notabene berlawanan dengan 1 dari 10 perintah Allah yg diberikan kepada Musa. Ini merupakan petaka buruk bagi seluruh keturunan Israel terutama bagi Sadrakh, Mesakh dan Abednego (trio Babel)

Ujian yg berat harus dihadapi oleh trio Babel ini. Apakah mereka memilih untuk mempertahankan iman mereka dengan segala konsekuensinya ataukah mereka kompromi dan tunduk kepada kehendak Raja Babel? Trio Babel bisa saja berkompromi memberi alasan kepada Tuhan bahwa apa yg mereka lakukan itu hanya seremonial, tindakan sementara yg dilakukan hanya untuk memberi muka kepada Raja Nebukadnezar. Atau mereka bisa berdalih bahwa mereka hanya menyembah di permukaan saja namun di dalam hati mereka tetap menyembah Allah Yahweh. Namun Trio Babel tetap konsekwen dengan iman mereka dan memiliha untuk tidak menyembah Allah lain selain Allah Israel, sebuah keputusan yg berani dimana bukan hanya posisi dan harta namun nyawa mereka yg jadi taruhannya!!!

Menjadi murkalah Raja Nebukadnezar dan langsung memerintahkan eksekusi mati bagi Trio Babel. Trio Babel pun masuk di dalam perapian yg menyala2. Mujizat pun terjadi, Trio Babel pun berubah menjadi Kuartet Kerajaan Sorga karena Anak Allah, Tuhan Yesus, turun tangan langsung dan melindungi mereka, membawa mereka keluar dari perapian disaksikan langsung oleh Raja Nebukadnezar!! Menjadi takjublah Raja dan berubah dari penyembah berhala menjadi penyembah Allah!! Trio Babel bukan hanya selamat namun juga menerima promosi!

Di dalam hidup kita, semakin kita dipromosikan oleh Tuhan semakin banyak dan berat tekanan yg akan datang. Tuhan akan membiarkan kita melewati ujian demi ujian untuk melihat kadar iman kita kepadaNya. Apakah kita akan kompromi dan tunduk kepada patung2 emas yg ada disekeliling kita? (Patung-patung emas berbicara cara2 dunia yg bertentangan dengan Firman Tuhan untuk mencapai tujuan atau kesuksesan kita). Ataukah kita akan tetap mempertahankan iman kita walaupun posisi, jabatan, harta bahkan nyawa kita yg jadi taruhannya? Marilah kita mengambil keputusan untuk tetap taat dan setia sampai akhir.

I have decided to follow Jesus, no turning back, no turning back, whatever the cost is!
Following Jesus is a one way street.
Salvation is given free but the cost of salvation, which is Jesus is priceless!
Jangan tukar keselamatan yg kekal dengan kesenangan sementara di dunia!

Terpujilah nama Tuhan kita Yesus Kristus, Haleluya, Amin!

Power in united prayer


Dan 2

Situasi sedang memanas di Kerajaan Babel, sang raja Nebukadnezar baru mendapat mimpi yang membuatnya gelisah sehingga menderita insomnia. Petisi raja singkat dan jelas, namun hampir mustahil untuk dipenuhi: yaitu supaya semua orang pintar, ahli sihir dan ahli nujum memberitahukan kepada raja mimpinya dan juga artinya atau mereka akan menghadapi hukuman mati. Gemparlah seluruh Kerajaan Babel!! Satu demi persatu orang pintar, ahli sihir dan ahli nujum mulai ditangkap oleh Kapten Tentara.

Lalu muncullah seorang anak muda, tawanan dari Babel, Daniel, mempertanyakan kepada Kapten tentara Ariokh tentang perkara yang sedang terjadi. Setelah mengetahui duduk perkaranya, Daniel meminta petisi untuk bertemu dengan raja dan disetujui. Daniel berkumpul dengan tim komsel-nya, Hananiah, Misael dan Azarya untuk sama2 berdoa memohon belas kasihan Tuhan supay diberikan pengertian atas mimpi Raja Nebukadnezar.

Tibalah waktunya bagi Daniel untuk menghadap raja dan dengan pertolongan Tuhan, Daniel mampu memberitahukan kepada raja mimpi beserta intepretasinya. Menjadi takjub dan kagumlah raja Nebukadnezar kepada Daniel dan diberikanlah kepada raja pangkat dan hadiah yang berlimpah kepada Daniel.

Kualitas dari karakter Daniel dibentuk oleh masalah demi masalah dan kita bisa melihat bahwa Daniel tetap konsisten dalam mengandalkan Tuhan dan bukan kepada kemampuannya sendiri. Daniel juga mengerti tentang kekuatan tim dimana dia mempunyai tim inti yang mendukung dia ketika menghadapi tantangan yaitu tim Komselnya: Hananiah, Misael dan Azarya. Daniel tidak melupakan tim intinya dan meminta kepada raja untuk membawa mereka masuk ke dalam pemerintahan raja.

Menghadapi dunia sekarang ini yang penuh dengan tantangan apakah kita masih mengandalkan Tuhan untuk mengatasi masalah kita? Atau kita lebih mengandalkan kemampuan kita sendiri? Apakah kita mempunyai tim inti yang bisa sama2 menanggung permasalahan yg kita hadapi ataukah kita tipe one man show? Apakah kita loyal kepada tim yg kita bentuk ataukah kita mencari keuntungan hanya bagi diri kita sendiri? Marilah kita meniru karakter Daniel yaitu selalu mengandalkan Tuhan, bekerja dalam tim dan setia kawan yg membuat dia mampu menduduki posisi elit di 3 pemerintahan yg berbeda dan menggenapi rencana Allah dalam hidupnya.
Terpujilah Nama Tuhan kita Yesus Kristus, Amin!!

Dipulihkan seutuhnya, mau ???


Yeh 45-48

Tema dari GBI Jl. Gatot Subroto di tahun 2016 adalah tahun pemulihan seutuhnya – The Year of Total Deliverance. Ketika kita berbicara tentang pemulihan seutuhnya maka saya percaya bahwa hidup kita dipulihkan bukan hanya dari satu aspek saja, tapi seluruhnya yaitu kesehatan, keuangan, hubungan keluarga, jodoh (bagi yg jomblo), karir, rohani, dlsb.

Kenapa kita butuh pemulihan? Karena dunia yg kita tinggali saat ini adalah dunia yg tidak ideal, dunia yg sudah jatuh ke dalam kutuk dosa sehingga mengakibatkan permasalahan yg terjadi saat ini: kejahatan, pembunuhan, perceraian, sakit penyakit, aborsi, keguguran, kemiskinan dlsb. Sebab itu untuk mengalami pemulihan seutuhnya

Cara yg paling efektif adalah dengan mengembalikan ke kondisi yang semula, keadaan dimana manusia tanpa dosa, keadaan dimana manusia berada dalam kekudusan yg sepenuhnya, sinless environment (keadaan nir-dosa). Ini adalah apa yg di-ilustrasikan di dalam Yeh 47 bagian A dimana dikatakan bahwa air dari bait suci itu mengalir keluar ke seluruh kota dan menumbuhkan aliran air hidup kemanapun aliran itu mengalir.
Seberapa banyak seorang individu atau kota bahkan negara dapat dipulihkan seutuhnya tergantung dari seberapa banyak air itu mengalir dalam hidupnya. Air itu melambangkan Firman Tuhan dan manifestasi kuasa Roh Kudus yg menyertainya. Seberapa banyak Firman Tuhan dan Roh Kudus mengambil alih hidup kita menentukan seberapa banyak hidup kita dipulihkan kembali ke posisi kita yg selayaknya yaitu posisi kita seperti Adam dan Hawa sebelum mereka jatuh ke dalam dosa ketika di Taman Eden dulu.

Sebab itu baiklah kita melatih diri kita hari lepas hari menjadi manunggal dengan Kristus dan firmanNya dengan tuntunan daripada Roh Kudus sehingga kita akan melihat hidup kita hari lepas hari dipulihkan dalam berbagai aspek dan makin menyerupai Kristus.
Terpujilah nama Tuhan kita Yesus Kristus. Haleluya, Amin!!